Minggu, 26 April 2015

Artikel Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri
Pradita Arifin Nurcahyono/ 41614120042

Zat Kimia  Berbahaya dalam Produk  Krim Pemutih (Kosmetik)
Masyarakat Indonesia khususnya perempuan, beranggapan cantik jika ia mempunyai kulit yang putih. Dengan kulit putih, mereka akan merasa lebih terlihat percaya diri untuk tampil didepan umum.  Beberapa dari perempuan Indonesia berusaha untuk mencerahan kulitnya dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dengan menggunakan produk pemutih. Produk yang beredar dimasyarakat tidak semuanya dapat dikatakan aman untuk kesehatan kulit perempuan, kerusakan organ dan bisa berujung pada kematian. Hal ini karena, terdapat beberapa bahan berbahaya dalam produk pemutih tersebut. Sebagiamana Badan POM (BPOM) seringkali menemukan beberapa bahan yang menggunakan zat kimia berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, rodhamin B, dan asam retinoat. Namun tidak semua perempuan memperhatikan kandungan bahan yang ada didalam produk pemutih tersebut. Akan hal inilah tulisan ini dibuat, supaya perempuan Indonesia mengetahui zat-zat kimia yang terkandung dalam krim pemutih. Dengan demikian, maka para perempuan tidak salah dalam menggunakan produk kecantikan.
Berikut ini merupakan zat kimia berbahaya dalam produk pemutih kulit serta efek yang disebabkan:[1]
1.      Hidrokinon (Hydroquinone). Zat kimia ini bekerja dengan menghambat produksi melanin sehingga kulit terlihat lebih cerah. Penggunaan hidrokinon (hydroquinone) tidak boleh lebih dari 2%, dan tidak boleh digunakan secara terus menerus. Penggunaan hidrokinon (hydroquinone) jangka panjang dapat mengakibatkan kelainan ginjal, kelainan fungsi hati, dan leukemia (kanker darah). Penggunaan hidrokinon (hydroquinone) haruslah dengan pengawasan dokter.
2.      Merkuri atau air raksa, merkury adalah zat yang sangat beracun bersifat zat karsinogenik zat (bahan kimia) ini termasuk logam berat yang beracun meskipun digunakan dalam jumlah kecil. Merkuri bekerja dengan mengerutkan noda hitam pada kulit seolah-olah menghilangkannya. Jika pemakaian dihentikan, noda hitam tersebut akan timbul kembali bahkan lebih lebar.
Merkuri yang dioleskan pada kulit dapat meresap melalui aliran darah. Efek jangka pendek penggunaan merkuri dalam kosmetika antara lain iritasi kulit, mual dan muntah, serta diare, sedangkan efek jangka panjang penggunaan merkuri dapat mengakibatkan kerusakan saraf otak, ginjal, kanker, alzheimer, parkinson dan gangguan perkembangan janin. Nama merkuri yang biasanya tercantum dalam produk pemutih adalah Hg, klorida mercurous, merkuri amoniasi, klorida amida dari merkuri, air raksa, cinnabaris, hydrargyri oxydum rubrum (merkuri oksida), dan merkuri iodide.
Ciri-ciri krim yang mengandung Mercuri:
a.       Umumnya pemutih wajah yang baunya agak keras (biasanya agak sedikit bau logam/diberi parfum biar wangi tapi menyengat ) itu patut dicurigai.
b.       Krim berwarna putih-kuning. Putih untuk krim malam, kuning untuk krim pagi. Tidak semua tapi patut dicurigai.
c.        Ciri spesifik Krim agak mengkilat warnanya. Kalau kita buka tutupnya permukaan krimnya agak berkilauan/hologram.
d.      Dapat membuat kulit wajah putih dalam waktu singkat. Memang cukup bervariasi antara 1- 4 minggu tergantung dari banyaknya kandungan mercury didalam krim. (makin tinggi kandungan mercury makin cepat memberikan hasil putih pada wajah). Bahkan hasilnya ada yang seperti wajahnya putih sekali seperti (maaf) mayat, alias putih pucat.
e.       Umumnya menimbulkan rasa gatal yang amat sangat di awal pemakaian, tergantung jenis kulit. Makanya ada yg menyertakan dg “krim anti iritasi”
f.       Kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, terasa panas bila terkena sinar matahari langsung.
g.       Kulit terasa perih kemerahan, umumnya 1-2 hari diawal pemakaian (berbeda rasa perihnya ketika memakai Peeling dari dokter).
3.      Rhodamin B, bahan kimia ini berfungsi memberi efek warna merah pada wajah. Rhodamin dapat mengiritasi saluran pernafasan, menyebabkan kanker, dan kerusakan hati. Rhodamin sebenarnya adalah pewarna tekstil yang kini digunakan dalam kosmetika.

4.      Tretinoin atau Asam retinoat (retinoic acid), zat kimia ini termasuk obat keras yang menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik (cacat janin) sehingga harus dihindari. Asam retinoat biasanya terdapat pada produk pemutih dan anti jerawat. Pada penggunaan topical asam retinoat  dalam kosmetik berbahaya, dapat menyebabkan iritasi kulit terutama buat yang berkulit sensitif. Sedangkan pada penggunaan sistemik (misalnya peroral) asam retinoat memiliki efek teratogenik, yaitu menyebabkan abnormalitas perkembangan janin dalam kandungan. Serta  dapat menyebabkan berbagai bentuk malformasi/ kecacatan pada janin. Terkadang pemakaian kosmetik berbahaya hasilnya tidak timbul jerawat sama sekali, hal ini disebabkan lapisan kulit epidermis kita telah rusak, kulit sudah tidak mengandung protein & melanin yang berfungsi untuk melindungi radiasi paparan matahari juga sudah tidak berfungsi akibat kosmetik berbahaya ini, sehingga jasad renik ataupun kuman tidak akan menyukai kulit yang telah tercemar merkuri dari kosmetik berbahaya tersebut, termasuk nyamuk sekalipun. Jerawat dalam keadaan normal adalah berfungsi sebagai indikator tingkat kandungan protein di dalam kulit, hal ini juga untuk mengontrol perawatan kulit wajah, bila anda lupa untuk melakukan kebersihan wajah, umumnya jerawat akan timbul, pada paparan merkuri dan lainya pada kosmetik berbahaya, hal ini tidak terjadi lagi, karena struktur protein kulitnya telah berubah & menjadi rusak.
5.      Peroxide dan turunannya, selain hydroquinone dan mercury, ada juga benzoyl peroxide, hydrogen peroxide, dan produk turunan yang mengandung peroxide. Senyawa-senyawa tersebut adalah agen karsinogen yang bisa menyebabkan kanker jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. [2] 

(Gambar krim pemutih)
Berikut ini  adalah ciri-ciri  krim pemutih yang mengandung zat-zat kimia berbahaya di atas:
§  Efek langsung bisa dirasakan dalam waktu dekat. Misalnya setelah tiga hari pemakaian kulit tampak cerah dan jerawat menghilang total.
§  Timbul iritasi pada awal pemakaian seperti wajah merah, gatal-gatal, pusing, mual, muntah, dan sebagainya.
§  Wajah terlihat merah dibawah sinar matahari
§  Wajah tampak berminyak yang tidak alami
§  Flek hitam meluas dan warna kulit kembali hitam saat pemakaian dihentikan
§  Gangguan pada saluran kemih
§  Kulit terasa panas saat terkena sengatan matahari

Pada beberpa artikel kecantikan, pembahasan mengenai kandungan zat kimia ini menjadi topik hangat dalam tulisan mereka. Sebagiamana dalam artikel yang terdapat dalam www.pharmacyfist.co.uk. Selain itu, supaya produk yang akan dibeli lebih aman, berikut ini saya sampaikan beberapa tips aman utuk memilih krim pemutih yaitu; :
§  Sebelum membeli produk pemutih dan aneka kosmetika lainnya, sebaiknya perhatikan kandungan dan dosis bahan yang digunakan. Jika dalam produk pemutih tersebut mengandung salah satu bahan dan zat kimia berbahaya, urungkan niat untuk membelinya meskipun produk tersebut menarik dan menjanjikan hasil yang memuaskan.
§  Usahakan menggunakan produk yang terdaftar di BPOM
§  Coba oleskan produk pemutih tersebut di bagian belakang telinga anda karena jenis kulit pada  sama dengan jenis kulit pada muka (wajah). Jika menimbulkan iritasi berarti krim atau lotion pemutih tersebut tidak aman.
§  Perhatikan perubahan yang terjadi, apakah efek yang diinginkan terjadi begitu cepat? Atau muncul tanda berbahaya seperti yang telah disebutkan di atas? Hal ini untuk mengantisipasi penggunaan produk berbahaya dalam jangka panjang karena sebagian produk tidak mencantumkan bahan berbahaya yang mereka gunakan pada kemasan. Untuk itu, konsumen dituntut untuk benar-benar cerdas dalam memilih.
§  Sebaiknya pilih produk pemutih yang mengandung bahan alami, misalnya vitamin C.
Sebenarnya kulit coklat yang dimiliki perempuan Asia lebih terlihat cantik dan sehat. Kulit coklat dapat menangkal ultraviolet sehingga menurunkan kerusakan kulit akibat terpapar sinar matahari. Hal ini seperti kacamata hitam yang kita gunakan saat siang hari dimana penggunanya merasa lebih nyaman daripada yang tidak memakainya. Kebanyakan produk pemutih membuat kulit ari mengelupas sehingga kulit kita akan mudah terbakar sengatan matahari.
Beberapa kalimat diatas merupakan beberapa bentuk tips yang dapat digunakan perempuan untuk memilih produk yang baik untuk kecantikan, sehingga pada dasarnya peremuan dituntut untuk memperhatikan produk krim pemutih yang mereka gunakan sebagaimana dalam artikel yang terdapat dalam http://forum.kompas.com/fashion-beauty/286407-kenali-kandungan-cream-pemutih-wajah-berbahaya.html. Menurut saya artikel dalam kompas ini dapat dijadikan  panduan bagi perempuan untuk berhati-hati dalam memilih produk kecantikan.
Kesimpulan
Kulit kita memang memerlukan perawatan kesehatan. Sebaiknya gunakan bahan alami untuk perawatan kulit agar terhindar dari efek samping bahan dan zat kimia dari kosmetika berbahaya tersebut. Untuk menghindari bahayanya zat kimia ini, lebih baik kita dapat beralih pada agar terlihat cantik dan cerah, namun kita juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap
penggunaan pemutih wajah tradisional. Cara tradisional ini biasanya menggunakan bahan-bahan alami dengan nutrisi tinggi yang memang di butuhkan wajah anda. anda bisa menggunakan bengkuang untuk di jadikan masker. Dengan kandungan B1 dan C yang berada di dalamnya, buah yang satu ini dapat menghilangkan noda hitam bekas jerawat dan membuat wajah menjadi putih bersinar. Atau bisa juga menggunakan kombinasi antara putih telur dengan jeruk nipis.
(Gambar bengkuang untuk di jadikan masker sebagai pemutih wajah tradisional)
Penggunaan ini akan membuat kulit anda kencang dan terbebas dari flex hitam karena jerawat. Dan yang paling mudah dan sering di lakukan dengan menggunakan masker susu, dengan ini maka sel-sel kulit mati pada wajah akan terangkat. Jadi hindari cream pemutih wajah yang berbahaya dengan beralih menggunakan masker tradisional yang terbukti aman.[3]

Referensi:
http://www.cantikalamiku.com/mengetahui-kandungan-berbahaya-pada-cream-pemutih-wajah/



[3]  Diambil pada http://www.cantikalamiku.com/mengetahui-kandungan-berbahaya-pada-cream-pemutih-wajah/ (Pada hari Minggu 25 April 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar