Kamis, 18 Juni 2015

                                                              TUGAS MODUL 10



1. Menurut Soemarwoto (1992) yang dimaksud dengan pemanasan global ialah naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya intensitas efek rumah kaca (ERK). ERK sendiri sangatlah berguna, karena tanpa adanya ERK rata-rata suhu permukaan bumi hanyalah -180C. Dengan adanya ERK suhu rata – rata permukaan bumi ialah 150C. ERK terjadi karena sinar infra-merah yang dipancarkan kembali oleh bumi terserap oleh gas tertentu yang disebut gas rumah kaca (GRK).

2   2.  Jenis jenis kegiatan yang menyumbangkan pemanasan global antara lain :

a.       Produksi dan konsumsi energy  sebesar 57%
b.      Penggunaan CFC sebesar 17%
c.       Pertanian 14%
d.      Penebangan hutan dan perubahan tata guna alam 9%
e.       Industri 3%

3 3. Hubungan konversi hutan dengan pemanasan global, sebenarnya pembalakan hutan terlanjutkan tidaklah merugikan pemanasan global. Karena terdapat bahan awet yang dihasilkan dari kayu berupa karbon sehingga pembalakan yang menghasilkan bahan awet berguna mengurangi kadar karbon dalam atmosfer. Apabila hutan alam dikonfersikan menjadi hutan tanaman industry (HTI) dengan jenis pohon yang tumbuh cepat, karbon yang tersimpan dalamHTI pada kondisi stedy state lebih kecil daripada karbon yang tersimpan dalam hutan. Oleh karena itu cara ini merugikan dari segi pemanasan global. Akan tetapi jika HTI dibangun dari hutan belukar dan dari padang rumput,kandungan karbon ari HTI pada kondisi steadt state akan lebih tinggi dari pada hutan belukar dan padang rumput sehingga menguntungkan dari segi pemanasan global. Lebih menguntungkan lagi apabila reboisasi dilakukan untuk merehabilitasi hutan alam yang telah rusak.

4 4.Pengaruh pemanasan global terhadap sector pertanian akibat cuaca yang kacau serta sulit diprediksi dan dampak kenaikan suhu bumi yang menyebabkan menurunnya produksi pada sector pertanian, fluktuasi dan distribusi ketersediaan air yang terganggu, hama dan penyakit tanaman serta manusia merajalela. Tata ruang,daerah resapan air dan system irigasi yang buruk memicu terjadinya banjir bahkan di area persawahan. Sehingga menyebabkan tingkat produktivitas pertanian kita menurun.







5 5.     Dampak pemanasan global pada kehidupan aktivitas  social ekonomi
Meliputi :
a.       Gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai
b.      Gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara.
c.       Gangguan terhadap pemukiman penduduk.
d.      Pengurangan produktivitas lahan pertanian
e.       Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.

6 6.    Dampak kenaikan muka air laut  :
a.       Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir yang disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang ppendek sementara curah hujan sangat tinggi.
b.      Perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove dan akan terjadi abrasi pantai karena tidak ada penahan gelombang, pencemaran dari sungai dan laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
c.       Meluasnya intrusi air laut disebabkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut dan dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan ao=ir tanah secara berlebihan.
d.      Ancaman terhadap kegiatan social-ekonomi masyarakat pesisir, dan
e.       Berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau pulau kecil.

7 7.     Beberapa alternatif untuk mengantisipasi kenaikan muka air laut :
A.     Antisipasi makro-strategis :
a.       Arahan kebijakan dan criteria pengelolaan kawasan lindung.
b.      Arahan kebijakan dan criteria pengelolaan kawasan budidaya.
c.       Arahan pengembangan system pemukiman nasional
d.      Pengembangan system prasarana wilayah nasional.
B.     Antisipasi mikro-operasional :
a.       Relokasi,dijauhkan dari garis pantai
b.      Akomodasi, penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi aquaculture.
c.       Proteksi, meliputi hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls), dan soft structure seperti revegetasi mangrove dan penimbunan pasir.

8 8. Komentar saya mengenai studi kasus dengan judul “Dampak Pemanasan Global Tak Bisa Diperbaiki” menurut saya semua itu bisa kita anisipasi dalam hal yang sederhana yaitu dimulai dari kesadaran pada diri kita masing-masing. Sebagai langkah kecil kita menanam pohon dan melestarikannya, menebang pohon dengan sistem reboisasi, menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan,dsb.

   9. Pendapat saya mengenai kasus “Apa yang haarus dilakukan Indonesia dalam menghadapi Pemanasan Global” adalah saran-saran yang ada menurut saya sudah baik. Namun dalam pelaksanaannya diperlukan kesadaran dari pemerintah sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai penggeraknya,dengan demikian saya rasa indonesia akan merasakan dampak nyata dari pencegahan tersebut.

  10.  Puisi tentang Pemanasan Global (GLOBAL WARMING )

 Berkat efek rumah kaca, kini engkau tercipta
Karena efek umpan balik,kini engkau ada
Oh global warming

Ulah manusia atas keserakahannya
Pemusnahan hutan salah satu penyebabnya
Oh global warming

Kini
Apalagi yang bisa dilakukan
Berharap engkau di tiadakan
Supaya kedamaian kembali terciptakan

Oh global warming
Akankah engkau terus bertambah
Hingga makhluk hidup terancam punah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar